Waduh. Makan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Gangguan Mental

Daging olahan seperti ham, salami, dan bacon memang menggiurkan, apalagi jika disantap bersama roti atau pasta yang disajikan dengan saus atau bumbu lain untuk menambah kelezatan.

Di Indonesia, daging olahan yang populer antara lain sosis, kornet, nugget, daging asap, dan dendeng.

Meski lezat, makan daging olahan rupanya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko mania, yaitu gangguan jiwa dengan ciri gejala kemarahan, kegelisahan, kekalutan, atau kebingungan yang berlebihan.

Menurut studi yang dilakukan oleh John Hopkins University School of Medicine, pasien mania umumnya hiperaktif, insomnia, dan euforia, yaitu perasaan gembira yang berlebihan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry ini melihat sejarah medis dari 1.101 orang dengan dan tanpa gangguan kejiwaan.

Studi ini dilakukan antara 2007 dan 2017 dengan terus mengumpulkan data demografi, kesehatan dan makanan pada 1.101 orang berusia 18 hingga 65 tahun dengan dan tanpa gangguan kejiwaan.

Sekitar 55 persen dari peserta adalah perempuan etnis kaukasia dan 36 persen diidentifikasikan sebagai Afrika-Amerika.

Kemudian, ditemukan bahwa konsumsi nitrat, bahan kimia yang sering digunakan untuk mengawetkan daging olahan, dapat dikaitkan dengan kesehatan mental yang buruk.

Selain pada manusia, peneliti juga melakukan serangkaian percobaan pada tikus dan menemukan bahwa hewan menunjukkan tanda-tanda hiperaktif seperti mania setelah beberapa minggu menjalani pola makan dengan tambahan nitrat.

Natrium nitrit dan kalium nitrat, kedua senyawa nitrogen ini memang biasa digunakan untuk mengawetkan daging, mencegah pembusukan, menambah warna dan mengurangi oksidasi.

Dalam membuat seseorang menjadi mania, memang ada faktor risiko lain, salah satunya faktor keturunan. Kemudian, faktor lain yang menyebabkan gangguan mental juga bisa berasal dari lingkungan dan pola makan.

Para peneliti mengatakan bahwa studi baru mereka menambah bukti bahwa diet tertentu dapat berkontribusi pada mania dan gangguan lain yang memengaruhi otak.

Robert Yolken, M.D, penulis utama dalam penelitian mengatakan bahwa tidak ada ada makanan lain yang tampaknya memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan kejiwaan dalam penelitian ini.

Makan daging olahan tentu tidak langsung membuat Anda bisa jadi mania. Sebab, dalam penelitian, para peserta tidak diminta untuk menyatakan seberapa sering mereka makan daging olahan atau untuk berapa lama mereka mengonsumsinya.

Oleh karena itu, tidak mungkin untuk mengidentifikasi seberapa banyak makan makanan jenis ini dapat meningkatkan risiko mania.

Bahkan, bila mania terjadi pun, bisa saja berlangsung hanya beberapa minggu sampai beberapa bulan. Mania merupakan gejala umum gangguan bipolar hingga skizofrenia.

Berhenti mengonsumsi daging olahan

Selain dikaitkan dengan gangguan mental, daging olahan secara umum memang dianggap tidak sehat. Sederhananya, daging olahan mengandung banyak bahan kimia berbahaya yang tidak secara alami hadir dalam daging segar.

Penelitian secara konsisten menemukan hubungan kuat antara konsumsi daging olahan dan berbagai penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serta kanker usus, dan perut.

Namun, studi tentang konsumsi daging olahan pada manusia semuanya bersifat observasional. Orang yang makan daging olahan lebih mungkin untuk mendapatkan penyakit ini, tetapi tidak ada bukti bahwa daging olahan yang jadi penyebab utama.

Selain nitrat, daging olahan juga mengandung polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) yang bisa didapatkan saat produk daging diasap atau dibakar atas api terbuka.

PAH dapat berkontribusi terhadap beberapa efek buruk pada daging olahan. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa PAH dapat menyebabkan kanker.

Kemudian, ada senyawa kimia berbahaya lain, yaitu Heterocyclic Amines (HCA), yang terbentuk ketika daging dimasak di bawah suhu tinggi, seperti selama menggoreng atau memanggang. HCA menyebabkan kanker ketika diberikan kepada hewan dalam jumlah tinggi.

Namun, tingkat HCA dapat berkurang bila daging diolah dengan cara seperti menggoreng dengan api kecil dan mengukus. Hindari makan daging yang hangus.

Ada pun keuntungan yang bisa Anda rasakan bila berhenti makan daging olahan, yaitu tidak sering sakit kepala, kuku lebih kuat, menurunkan berat badan jadi lebih mudah, lebih berenergi, suasana hati lebih stabil, lebih bisa mengatur keinginan untuk makan, dan gula darah lebih stabil.

Sumber: beritagar.id

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© 2019 PT. Kembang Bulan. All right reserved.

Log in with your credentials

Forgot your details?