Sehat Saat Berpuasa

Bulan Ramadhan kembali datang. Kewajiban berpuasa bagi umat muslim pun telah tiba. Namun berpuasa tak menghalangi untuk tetap menjaga pola hidup sehat. Bagaimana tipsnya, silahkan baca artikel yang sudah dirangkum dari beberapa literatur ini.

Sahur menjadi sangat penting bagi orang yang berniat menjalankan puasa Ramadan. Meski menjadi waktu terakhir untuk makan dan minum, bukan berarti mereka makan sebanyak-banyaknya sebagai persiapan untuk puasa.

Makanan sahur hendaknya mengandung banyak protein yang banyak ditemukan dalam telur, keju, yogurt, kacang-kacangan. Selain itu juga harus mengandung serat yang sering dijumpai dalam buah, sayuran, biji-bijian dan sebagainya.

Kurangi, atau bila memungkinkan hindari gorengan atau makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh. Pilih makanan sehat seperti gandum utuh, nasi merah, daging tanpa lemak, dada ayam, ikan, dan minyak zaitun yang diseimbangkan dengan buah-buahan segar.

Setelah merasakan lapar dan haus hampir seharian, orang berpuasa cenderung akan balas dendam saat berbuka. Sebaiknya, sebelum menyantap makanan berkalori tinggi, buka puasa didahului dengan makanan ringan seperti sup atau salad. Juga, saat buka puasa hindari makanan cepat saji atau junk food.

Usahakan antara waktu buka dan sahur mengkonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap harinya. Sangat penting juga mengkonsumsi protein dan susu.

Daging, polong, telur dan susu serta produk turunannya merupakan makanan yang kaya protein. Usahakan mengonsumsi setidaknya satu dari beberapa jenis makanan tersebut dalam satu hari karena protein merupakan nutrisi yang penting bagi metabolisme sel tubuh. Protein juga membuat Anda terasa kenyang lebih lama karena dicerna oleh tubuh secara perlahan.

Makanan yang tinggi kadar garamnya akan membuat Anda lebih mudah haus ketika berpuasa. Makanan yang termasuk tinggi garam adalah makanan olahan pabrik (makanan kalengan, makanan beku), kacang yang diasinkan dan acar. Hindari juga makanan yang terlalu pedas karena bisa membuat perut terasa tidak nyaman. Perbanyak makanan mengandung air seperti buah semangka, melon, pir, apel, jeruk, ketimun, selada, dan sebagainya.

Bulan Ramadan merupakan waktu terbanyak tersedianya kue dan camilan sebagai makanan buka atau sahur. Namun sebenarnya jenis makanan seperti itu memiliki dampak negatif terhadap kesehatan seseorang, terutama kegemukan. Sebaiknya orang buka puasa ‘ngemil’ beberapa kurma atau almond, bukan kue atau camilan yang tidak sehat bagi tubuh, selama bulan Ramadan.

Hindari tempat-tempat terbuka yang panas dan terik. Makan buah waktu sahur sangat dianjurkan, karena air yang terkandung di dalamnya bisa menjaga tubuh tetap hidrasi. Namun jangan minum banyak air sekaligus. Ikuti pola dua gelas waktu sahur, dua gelas waktu buka dan empat gelas di malam hari dengan rentang tiap 1 jam

Hindari minum kopi dan teh karena menyebabkan haus berlebihan dan dehidrasi waktu siangnya. Untuk menambah energi, dianjurkan minum smoothies atau jus buah.

Makan tiga kali sehari tetap disarankan saat puasa, yakni saat buka puasa, makanan kecil di malam hari dan sahur. Membagi jam makan jadi tiga akan menghindari Anda kalap makan saat berbuka. Porsi makan dan komposisinya juga perlu diperhatikan. Dalam satu piring, isi dengan seperempat karbohidrat, seperempat lauk (daging tanpa lemak, daging ayam atau ikan) dan setengah piring sayuran.

Sebelum menjalankan ibadah puasa, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter. Ini terutama bagi orang-orang lanjut usia dan yang memiliki riwayat kesehatan yang diperkirakan akan mengganggu puasa seseorang, juga bagi ibu-ibu yang tengah hamil.

Langsung makan bayak makanan manis akan membuat perut kembung dan mengakibatkan proses pencernaan terhambat. Makanan tinggi gula juga membuat kadar gula dalam darah tidak stabil sehingga Anda akan terus ingin makan yang manis. Jika sangat ingin menyantap kolak, es campur atau es timun suri, tunggulah 2-3 jam setelah buka puasa atau pasca Anda salat Tarawih.

Pastikan makanan berbuka puasa Anda lengkap nutrisinya dan memiliki semua kelompok makanan. Mulai dari karbohidrat, protein, serat dari sayuran, vitamin dan mineral dari buah, juga lemak sehat yang berasal dari ikan-ikanan, polong, minyak zaitun, atau minyak kelapa.

Makanlah secara bertahap dan perlahan. Makan banyak dalam waktu dekat atau sekaligus akan menyebabkan perut sakit dan kembung. Akhirnya tubuh merasa tidak nyaman.

Mulailah buka puasa dengan kurma, lalu air putih, diikuti sup hangat dan semangkuk kecil salad sayuran atau buah. Setelah itu baru lanjutkan dengan menyantap hidangan utama.

Jika Anda sudah merasa kenyang setelah makan salad, bisa mengonsumsi makanan utama setelah salat Maghrib. Makan sup hangat akan menyamankan perut, mengembalikan cairan tubuh dan membantu mempersiapkan sistem pencernaan untuk menerima makanan yang lebih berat. Makanan berkuah yang disarankan adalah sup ayam, sayur bayam, sup jagung atau sup sayuran campur.”

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© 2020 PT. Kembang Bulan. All right reserved.

Log in with your credentials

Forgot your details?