-YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG JERAWAT-

 

Definisi jerawat

Jerawat bukanlah hal yang asing untuk kita semua. Jerawat merupakan masalah kulit yang paling umum. Hampir semua orang pernah mengalami masalah jerawat walaupun hanya sekali seumur hidupnya. Secara fisik, jerawat dapat dikenali dengan adanya bintil-bintil atau tonjolan lemak, komedo hitam ataupun putih pada permukaan kulit.

Perlu diketahui pada lapisan bawah kulit kita terdapat kelenjar minyak yang menghasilkan cairan minyak (sebum). Fungsi sebum adalah mengangkut sel-sel kulit mati ke permukaan kulit sekaligus untuk menjaga kelembaban kulit.

Jika terjadi produksi sebum yang berlebihan maka pori-pori kulit bisa tersumbat oleh campuran antara sebum tersebut dan sel-sel kulit mati serta debu / kotoran yang ada di permukaan kulit, dan inilah awal dari terbentuknya jerawat. Jadi jerawat dapat diartikan sebagai kondisi ketidaknormalan kulit dimana pori-pori kulit yang tersumbat menjadi bintik hitam atau putih atau semacam tonjolan berwarna pink kemerahan bahkan bisa seperti kantung nanah yang meradang. Kondisi ini dapat diperparah oleh adanya bakteri jerawat jenis Propionicbacterium acne yang ada di pori-pori kulit sehingga dapat memperluas area iritasi serta peradangan di daerah sekitarnya. Berikut adalah perbandingan antara struktur kulit normal dan yang berjerawat :

KAPSIDA

Komedo merupakan pori-pori yang tersumbat. Jerawat jenis komedo terjadi karena sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit bergabung dengan sel-sel kulit mati sehingga menyumbat pori-pori. Komedo banyak ditemukan di sekitar dagu atau ujung hidung dan seringkali menimbulkan rasa gatal. Ada dua jenis komedo yaitu komedo putih (tertutup) dan komedo hitam (terbuka).

Komedo putih terbentuk bila pori-pori tersumbat sepenuhnya dan mengurung partikel-partikel di dalamnya sehingga memunculkan bentuk putih pada permukaan kulit. Sedangkan komedo hitam terbentuk bila pori-pori tersumbat sebagian dan partikel di dalamnya keluar perlahan ke permukaan. Warna hitam pada komedo disebabkan adanya reaksi antara melanin (zat pigmen kulit) dengan oksigen di udara.

Jerawat biasa atau disebut juga jerawat klasik adalah jerawat yang paling sering dialami orang pada umumnya. Bentuknya mudah dikenali yaitu tonjolan kecil berwarna putih kemerahan atau merah muda. Jerawat ini terbentuk karena pori-pori yang tersumbat diinfeksi oleh bakteri Propionicbacterium acne sehingga terjadi peradangan. Jerawat klasik banyak dialami oleh remaja yang sedang pubertas, pada wanita yang sedang menstruasi atau pada kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi keseimbangan hormon seperti kehamilan atau stres.

Jerawat batu dapat dikategorikan sebagai jerawat yang parah. Bentuknya sangat berbeda dengan jerawat lainnya. Ukurannya lebih besar daripada jerawat biasa dengan warna yang lebih merah dan disertai peradangan hebat sehingga menimbulkan rasa sakit. Pada umumnya jerawat batu terjadi karena faktor keturunan dan disebabkan oleh adanya kelenjar minyak yang terlalu banyak serta pertumbahan sel yang tidak normal. Setelah jerawat berhasil disembuhkan biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit berupa bopeng atau cekungan.

  • Infeksi Seperti diketahui, salah satu faktor yang dapat menimbulkan jerawat adalah bakteri yaitu Propionibacterium acnes (P. acnes). Sebenarnya bakteri tersebut adalah flora normal kulit terutama di wajah. Bakteri ini berperan pada proses terbentuknya jerawat yang dapat menyebabkan peradangan. Selain P. acnes masih terdapat sub-species bakteri sejenis yang terdapat pada kulit dan berhubungan dengan masalah kesehatan kulit. Varian-varian bakteri tersebut dapat mengubah, memperpanjang atau beradaptasi dengan siklus abnormal peradangan, produksi keringat dan aktivitas pelepasan sel kulit mati dari pori-pori jerawat.
  • Faktor hormonal Hormon-hormon bertanggung jawab atas proses pertumbuhan dan kematangan sel-sel pada individu. Selama proses tersebut, kelenjar-kelenjar minyak di kulit mulai aktif menghasilkan sebum. Karena itulah anak-anak tidak atau jarang berjerawat. Pada fase tertentu kehidupan manusia, ada beberapa saat dimana produksi hormon menjadi tidak seimbang misalnya pada masa pubertas, kehamilan, atau menopause. Meningkatnya jumlah produksi hormon tertentu dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak dalam menghasilkan sebum. Kelebihan sebum inilah yang kemudian menjadi alat bantu dalam menyumbat pori-pori kulit.
  • Produk kosmetik Campuran bahan kimia di dalam kosmetik dapat berkaitan langsung terhadap timbulnya jerawat. Produk kosmetik tertentu terutama yang berbahan dasar minyak, bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan dampak di dalam folikel rambut. Adanya keyakinan bahwa keringat bisa bermanfaat bagi kulit, telah menjadi alasan sebagian besar pabrik kosmetik untuk memperbanyak bahan minyak pada produk mereka. Bahan minyak yang banyak digunakan antara lain adalah asam stearat dan asam miristat. Zat-zat kimia sintetis tersebut lebih berpotensi menimbulkan jerawat dan lebih berbahaya daripada kelebihan keringat alami yang menyumbat pori-pori.
  • Kondisi medis dan obat-obatan Beberapa kondisi medis tertentu seperti penyakit policystic ovary dapat memicu timbulnya jerawat pada orang dewasa. Selain itu ada beberapa kasus dimana jerawat disebabkan oleh obat-obatan. Berikut adalah golongan obat-obatan yang dapat menyebabkan jerawat :
    • Antikonvulsan : Untuk epilepsi atau serangan lain sejenis
    • Kortikosteroid : Hormon buatan, bagus untuk mengobati gatal-gatal dan eksem
    • Disulfuram (Antabuse) : untuk membantu pasien kecanduan alkohol kronis
    • Immuran : sejenis imunosupresan, untuk menekan sistem kekebalan tubuh bagi mereka yang akan menerima transplantasi organ
    • INH (Isoniazid) : untuk mengobati TBC
    • Kuinin : untuk pencegahan atau pengobatan malaria
    • Pengobatan gondok (Thiourea dan Thiouracil) : untuk memicu aktivitas kelenjar gondok pada pasien dengan fungsi tiroid lama
    • Barbiturat : diresepkan sebagai obat penenang
    • Lithium : sebagai penyeimbang emosi yang diresepkan bagi orang-orang yang menderita depresi atau gangguan bipolar
    • Anabolic-androgenic steroid : obat-obatan yang berhubungan dengan pembentukan badan dan olahraga
    • Dehydroepiandrosterone atau DHEA : salah satu jenis hormon steroid yaitu hormon anti penuaan
  • Faktor keturunan Jenis kulit diturunkan dari orang tua ke anak. Jadi jika ibu atau ayah Anda (atau keduanya) memiliki jerawat, besar kemungkinan Anda pun akan memilikinya. Dan jika lebih banyak anggota keluarga yang memiliki jerawat, lebih besar pula kemungkinan Anda untuk memiliki masalah yang sama.
  • Faktor alergi Alergi yang dapat menyebabkan jerawat utamanya adalah alergi terhadap makanan. Beberapa jenis makanan memang ditengarai dapat memicu timbulnya jerawat. Hanya saja efeknya bisa berbeda pada setiap orang. Artinya, jerawat mungkin muncul setelah mengkonsumsi makanan tertentu, namun tidak demikian pada yang lain. Jerawat sering terjadi pada penderita alergi khususnya dengan riwayat kulit sensitif. Alergi dikatakan berperanan bila gangguan jerawat tersebut sering timbul saat tanda dan gejala alergi lainnya ikut menyertai. Contohnya, suatu kasus jerawat bisa dikatakan disebabkan oleh alergi terhadap makanan bila disertai pula dengan gangguan pencernaan akibat makanan tersebut. Sebagian besar penderita jerawat pada dewasa mempunyai riwayat kulit sensitif sejak kecil dan juga memiliki tanda serta gejala alergi lainnya saat usia anak.

Cara mengatasi jerawat

Pengobatan jerawat dari luar adalah menggunakan bahan tertentu untuk dioleskan atau diaplikasikan secara langsung pada bagian kulit yang berjerawat. Tujuannya adalah menghilangkan peradangan pada jerawat. Pengobatan ini dapat mempercepat penyembuhan jerawat tetapi belum tentu dapat mengatasi jerawat sampai tuntas. Beberapa cara yang banyak dilakukan adalah sebagai berikut :

–   Menggunakan es batu

Es batu dapat membantu mengatasi jerawat dengan meningkatkan sirkulasi darah pada lokasi jerawat berada. Peredaran darah yang lancar akan membantu menghilangkan jerawat. Ketika es batu yang dingin mengenai permukaan kulit, pembuluh darah di bawah permukaan kulit akan mengkerut. Hal ini akan mengurangi sirkulasi darah, tetapi pada saat yang sama mekanisme tekanan darah secara otomatis akan menghancurkan dan menargetkan jaringan. Hal ini menyebabkan darah bersirkulasi dengan dorongan lebih besar, sehingga aliran darah menjadi lebih kuat dalam meningkatkan sirkulasi.

Letakkan es batu beberapa kali pada kulit yang berjerawat untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sehingga jerawat mengecil dan menghilang. Selain itu es batu dapat membantu menenangkan kulit wajah, membekukan pori-pori yang terbuka, membunuh bakteri, menghilangkan minyak yang menumpuk pada kulit wajah sehingga mencegah timbulnya jerawat yang lebih banyak.

–   Menggunakan Sudocrem

Sudocrem merupakan sediaan krim antiseptik yang ditujukan untuk mengatasi ruam pada kulit bayi akibat penggunaan popok. Namun tidak sedikit yang memanfaatkan Sudocrem untuk mengobati jerawat. Sudocrem mengandung emolien yang menenangkan kulit yang sakit atau meradang. Sudocrem bekerja sebagai anestesi lokal yang ringan untuk membantu meringankan rasa sakit dan iritasi. Bahan dasarnya bersifat menolak air sehingga dapat membentuk lapisan pelindung yang membantu menghentikan iritasi.

–   Menggunakan krim oles untuk jerawat

Saat ini banyak sediaan topikal untuk mengatasi jerawat yang dapat ditemui dengan mudah di pasaran. Terdiri dari berbagai merk dengan kandungan bahan yang beraneka ragam. Namun pada intinya sediaan-sediaan tersebut bekerja dengan cara menghilangkan peradangan pada jerawat dan mengeringkannya.

–   Menggunakan madu

Madu dipercaya dapat mengatasi jerawat dengan alami. Madu sering digunakan untuk pengobatan jerawat dari luar karena madu mengandung asam nukleat, DNA, RNA, dan juga antiboitik. Madu dipercaya dapat melembabkan kulit dan kandungan antibiotiknya dapat menetralisir kulit dari bakteri penyebab jerawat serta mengobati vitalitas kulit.

–   Menggunakan lidah buaya

Lidah buaya telah dikenal sebagai bahan yang baik untuk menyerap minyak pada kulit sehingga dapat mencegah pembentukan jerawat. Lidah buaya mengandung anti bakteri dan anti radang alami serta zat-zat yang dapat meningkatkan pemulihan dengan cepat pada sel-sel kulit yang meradang.

–   Menggunakan minyak pohon teh

Minyak pohon teh bisa digunakan untuk pengobatan jerawat. Hasil studi telah memperlihatkan bahwa minyak pohon teh berkhasiat sebagai obat antibakteri dan antimikroba. Minyak alami ini dapat meningkatkan efek pengeringan pada kulit sehingga mengurangi kadar minyak.

Pengobatan jerawat dari dalam lebih ditekankan pada penerapan pola hidup sehat seperti menjaga asupan makanan, olahraga rutin dan minum banyak air putih. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki metabolisme tubuh sehingga mencegah terjadinya pembentukan jerawat. Selain itu ada bahan-bahan tertentu atau obat-obatan yang dikonsumsi untuk tujuan penyembuhan jerawat.

–   Hindari makanan berlemak

Makanan berlemak jika dikonsumsi berlebihan akan merangsang tubuh untuk menghasilkan minyak yang berlebih pula. Minyak berlebih dapat menyebabkan tersumbatnya pori-pori kulit sehingga memicu terjadinya pembentukan jerawat.

–   Konsumsi makanan berserat

Makanan berserat membantu melarutkan lemak jahat pada tubuh sehingga kadar minyak berlebih yang dihasilkan tubuh akan berkurang.

–   Minum lebih banyak air putih

Air putih membantu menjaga metabolisme tubuh dan yang terpenting adalah membantu proses regenerasi sel kulit. Meminum lebih banyak air putih akan membersihkan kotoran dalam tubuh yang bisa menyebabkan jerawat.

–   Rutin berolahraga

Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke kulit. Akibatnya oksigen mampu tersebar mencapai sel-sel kulit sehingga membuat sel tersebut lebih sehat. Selain itu, olahraga membuat Anda berkeringat yang sekaligus berdampak pada pembersihan pori-pori dengan mengeluarkan kotoran melalui keringat.

  • Minum obat jerawat

Dewasa ini banyak obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi jerawat baik obat kimia maupun obat herbal. Masing-masing memliki cara kerja yang berbeda-beda. Berdasarkan kategorinya ada yang berkhasiat sebagai antibiotik, antiradang dan obat-obatan yang mempengaruhi produksi hormon.

Salah satu obat jerawat yang berasal dari bahan herbal adalah Kapsida. Bahan-bahan yang terkandung dalam Kapsida memiliki khasiat sebagai antiinflamasi dan antibakteri alami sehingga Kapsida dapat menghilangkan peradangan pada jerawat dan mengeringkannya dari dalam. Selain itu, khasiat Kapsida sebagai imunomodulator dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh tidak mudah terpengaruh oleh masuknya zat-zat pemicu timbulnya jerawat.

 

Pentingnya pengobatan jerawat dari dalam

Sebenarnya tidak ada obat permanen untuk mengatasi jerawat karena faktor penyebabnya bisa sangat kompleks. Untuk jerawat ringan sampai sedang, swamedikasi (pengobatan sendiri) mungkin sudah cukup tapi untuk jerawat yang parah, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. Karena jerawat yang parah bisa menyebabkan parut pada kulit yang akan bertahan lama atau bahkan selamanya.

Jerawat adalah masalah yang perlu diobati dari kedua sisi, luar dan dalam. Pengobatan dari luar akan mempercepat penyembuhan jerawat. Pengobatan ini langsung mengatasi gejala yang tampak yaitu menghilangkan peradangan pada jerawat dengan cepat. Setelah radang menghilang biasanya jerawat akan mulai mengering. Namun bukan berarti jerawat tersebut sudah benar-benar sembuh dan menghilang karena penyebab tumbuhnya jerawat sebenarnya belum teratasi sehingga jerawat bisa saja tiba-tiba muncul kembali. Untuk itulah diperlukan pula pengobatan dari dalam sehingga proses pembentukan jerawat dapat dihentikan.

Seringkali kita mendengar ungkapan, “pengobatan jerawat dari dalam mengatasi jerawat sampai ke akarnya”. Kalimat tersebut tidak salah tetapi ada hal yang perlu diluruskan tentang persepsi yang timbul setelah membacanya. Pengobatan yang menyembuhkan jerawat dari dalam bukan berarti akan membebaskan penderitanya dari jerawat selama sisa hidupnya. Seperti diketahui, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pembentukan jerawat. Faktor-faktor tersebut tidak serta merta dapat dihilangkan karena terkait metabolisme tubuh yang sudah terbentuk sejak lahir misalnya pada kasus jerawat karena gangguan hormonal, keturunan atau alergi. Untuk ketiga faktor tersebut, pengobatan dari dalam akan menyembuhkan jerawat hanya pada saat pengobatan dijalankan. Namun selanjutya bila ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat memicu timbulnya jerawat, tentu saja jerawat akan muncul kembali. Karenanya penderita jerawat yang seperti ini seringkali harus rutin mengkonsumsi obat jerawatnya untuk tindakan pencegahan.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?